Misteri Kehidupan di Planet Mars


Planet Mars adalah planet terdekat keempat dari Matahari. Namanya diambil dari nama Dewa perang Romawi. Namun planet yang memeiliki dua satelit yaitu Phobos dan Deimos ini, juga dikenal sebagai planet merah karena penampakannya yang kemerah-merahan (Planet Mars berwarna merah disebabkan oleh tanahnya yang terdiri dari oksida besi yang biasa kita sebut dengan karat). Mars di duga kuat menyimpan jejak kehidupan masa lampau, seperti yang ada di Bumi saat ini, hal tersebut dikarenakan kondisi Mars yang dibandingkan dengan planet-planet lain adalah yang paling mirip dengan keadaan di Bumi. Usaha-usaha telah dilakukan untuk mengumpulkan informasi dan bukti-bukti adanya kehidupan di planet merah tersebut. Usaha-usaha tersebut dilakukan karena Kelak, saat Bumi makin rusak dan tak lagi bisa dihuni, sejalan dengan makin membludaknya populasi manusia, satu-satunya hal yang masuk akal adalah mengeksplorasi kemungkinan manusia tinggal di tempat lain di alam semesta ini, termasuk di Planet Mars.

Bukti Adanya Kehidupan di Mars Pada Masa Lampau:

Hasil penelitian dengan mengirimkan Wahana Antariksa ke Mars:
Foto-foto Tanda-tanda adanya air permukaan di masa lalu termasuk sisa-sisa sungai, danau dan mungkin samudera dan tanda-tanda air di dekat atau di permukaan. Adanya senyawa-senyawa organik yang ditemukan pada bahan pembentuk kehidupan di Mars.

Pada tahun 1984, sebuah meteorit yang diberi kode Allen Hills (ALH) 84001 ditemukan di sebuah tempat di Antartika. Meteorit tersebut diperkirakan jatuh ke bumi 13.000 tahun yang lalu. Setelah lebih dari 20 tahun, NASA mengumumkan bahwa mereka telah berhasil menemukan bakteri-bakteri asing pada permukaan dan struktur bebatuan tersebut, bukti adanya kehidupan di planet Mars.

Sealin itu, ditemukan pula daerah-daerah di planet Mars seperti perbukitan, parit dll, yang diduga sebagai tempat bekas peradaban mahluk Mars pada masa lampau.

Beberapa Usaha NASA Dalam Pencarian Tanda-Tanda Kehidupan di Planet Mars:

1.) Pesawat Antariksa Viking, bertugas mencari bukti kehidupan di Mars. Viking berhasil mendapatkan molekul organik yang mengandung karbon kehidupan. Tetapi sampel tanah tersebut hancur sebelum Viking mendeteksinya. Viking 1 dan 2 mendarat di Mars pada tahun 1970-an.

2.) Mars Global Surveyor, Wahana antariksa (satelit buatan) yang diluncurkan dari Cape Canaveral pada tanggal 7 November 1996, bertujuan memetakan permukaan Mars. Pemetaan bermula pada bulan Maret 1999 dan diselesaikan pada bulan Januari 2001. Setelah misi utama diselesaikan, MGS diperintahkan memfoto obyek tujuan lainnya. Secara resmi proyek ini diakhiri pada bulan Januari 2007. Pada tanggal 6 Desember 2006, NASA meluncurkan gambar kawah Terra Sirenum dan Centauri Montes, yang dipercaya menjadi pertanda adanya air mengalir di Mars selama 5 tahun terakhir. Gambar-gambar yang dipetakan oleh Mars Global Surveyor itu diambil antara tahun 1999-2001, dan kemungkinan menjadi sumbangan terakhir wahana itu tentang pengetahuan kita atas Mars dan apakah di sana ada kehidupan.

3.) Pathfinder (“Pencari Jejak”) didatangkan ke Mars, pada Jumat 4 Juli 1997 (Sabtu 5 Juli, dini hari WIB. Bersama dengan Pathfinder, Kendaraan mini (mikrorover) Sojourner berukuran 58 x 31.5 x 47 cm seberat 16 kg bertugas memeriksa setiap bongkah tanah—yang diduga mengandung informasi tentang kehidupan –di sekitar tempat pendaratannya yaitu, Ares Vallis yang merupakan sebuah lembah raksasa di Mars yang kini datar seluas sekitar 100 x 200 km persegi . Mikrorover akan menjelajahi daerah pada radius sekitar 10 meter dari Pathfinder yang juga merupakan stasiun pengirim data ke bumi.

4.) Robot kembar bernama Spirit dan Opportunity. Spirit mendarat di Mars pada 3 Januari 2004 dan diikuti Opportunity 21 hari kemudian. Meskipun hanya didesain untuk menjalankan misi selama tiga bulan, dua robot kembar yang dikirim ke permukaan Mars untuk melakukan penjelajahan ini masih bekerja dengan baik di usianya yang kelima tahun. Spirit dan Opportunity masing-masing telah menjelajah lebih dari 20 kilometer dan telah mengirimkan data 36 gigabyte. Data sebesar itu terdiri dari 250.000 gambar foto. Prestasi terbesar kedua robot adalah mengungkap tanda-tanda air di permukaan Mars pada masa lalu. Endapan tanah yang dikunjungi kedua robot di lokasi berbeda menunjukkan bekas aliran air. Spirit telah mengeksplorasi Kawah Gusev yang lebarnya 150 kilometer, sementara Oportunity menjelajah dataran luas yang diberi nama Meridani Planum. Saat ini, kedua robot tersebut sudah mengalami beberapa kerusakan dan terancam tidak berfungsi lagi.

5.) Robot Phoenix Mars LanderRobot penjelajah ini bertugas mencari bahan-bahan pembentuk kehidupan, seperti es, air dan garam di Mars. Pencarian bahan itu dilakukan dengan cara menggali dengan lengan robot. Phoenix menemukan bahwa terdapat endapan es dalam jumlah besar di bawah permukaan planet. Phoenix mendarat di Mars pada 25 Mei 2008. Selama lima bulan, benda ini berhasil beroperasi di Mars, lebih lama dua bulan dari prediksi sebelumnya. Misinya berhenti karena tertimpa gundukan es.

6.) Selain itu ada juga usulan untuk Pendaratan Manusia di Mars pada 2011 atau 2019 pada peringatan 50 tahun pendaratan manusia di bulan. Untuk mewujudkan rencana itu, diperlukan sukarelawan yang berani menjadi perinti spertama di planet merah. Para sukarelawan tidak akan memiliki kesempatan untuk pulang. Tapi, Bukan hanya modal nekat. Syarat untuk menjadi astronot antara lain adalah:

a.) harus punya gelar sarjana sains, teknik, atau matematika, punya pengalaman profesional.
b.) Para astronot NASA juga harus menjalani 4 sampai 5 tahun pelatihan sebelum terlibat dalam misi luar angkasa. Pelatihan ini termasuk tes fisik yang intensif.
c.) Para calon astronot juga harus mengikuti pelatihan pertahanan air militer sebelum memulai silabus terbang.

Lokasi-lokasi di Planet Mars Yang Cukup Terkenal:

1.) Gunung Olympus Mons


Planet Mars memiliki gunung terbesar di seluruh sistem tata surya
Gunung tersebut dinamakan “Olympus Mons” dan berupa gunung yang tidak aktif. Tingginya 15.5 mil dengan diameter 372 mil. Sebagai perbandingan, tinggi Gunung Everest sekitar 5 mil.

Valles Marineris


Valles Marineris (dalam bahasa Latin berarti Lembah-lembah Mariner Valleys, dinamai dari Mariner 9 yang menemukan Valles Marineris) adalah sistem yang ada pada bagian timur Tharsis di Mars. Dengan panjang lebih dari 4.000 km, lebar 200 km dan kedalaman lebih dari 7 km,Valles Marineris dikenal sebagai ngarai terbesar di Tata Surya.

Valles Marineris terletak di wilayah khatulistiwa Mars. Sistem Valles Marineris dimulai di barat dari Noctis Labyrinthus; lalu bergerak ke timur melalui chasmata Tithonium dan Ius, lalu chasmata Melas dan Ophir, lalu Coprates Chasma, lalu chasmata Ganges, Capri dan Eos; sistem ini berakhir pada Chryse Planitia. Kebanyakan ilmuwan meyakini bahwa Valles Marineris merupakan "retakan" tektonik besar di kerak Mars.

2.) Cydonia Mensae

Cydonia Mensae adalah sebuah daerah yang terletak di belahan utara planet Mars. Cydonia Mensae terletak di sebuah zona transisi antara daerah yang berkawah di sebelah selatan, dan daerah dataran yang permukaannya relatif lebih halus, di sebelah utara. Beberapa ilmuwan meyakini, bahwa dataran dengan permukaan halus yang berada di sebelah utara itu, pernah menjadi sebuah dasar laut. Maka dari itu, daerah Cydonia dapat diprediksikan sebagai bekas dari sebuah daerah pantai (meskipun begitu, pernyataan ini masih belum dapat dipastikan). Daerah Cydonia ditutupi oleh beberapa "mesa" (perbukitan di Mars). Beberapa mesa itu, memiliki bentuk yang tidak biasa. Salah satunya bahkan membentuk sebuah wajah manusia (humanoid). Sehingga, keberadaan mesa ini banyak yang menarik perhatian. Baik perhatian ilmiah maupun perhatian dari masyarakat umum. Salah satu mesa di daerah Cydonia, terletak pada garis lintang utara 40°75' dan garis bujur 9°46'. Dalam foto yang diambil oleh Viking 1 pada tanggal 25 Juli 1976, mesa tersebut nampak seperti sebuah wajah manusia (humanoid).


Tapi, walau bagaimanapun, "wajah di permukaan planet Mars", saat ini lebih disetujui sebagai ilusi optis, sebuah contoh dari fenomena pareidolia.Setelah penganalisisan terhadap foto berresolusi tinggi yang diambil oleh Mars Global Surveyor, NASA menyatakan, "Analisis secara mendetil terhadap beberapa foto menunjukan bahwa kenampakan ini hanyalah sebuah lembah alami planet Mars. "Wajah" kadang-kadang akan muncul, tergantung dari sudut penglihatan dan sudut pencahayaan". Ilusi optis yang mirip dapat ditemukan juga di planet Bumi; contohnya adalah kenampakan geologis yang dinamakan "Badlands Guardian". Bila dilihat dari angkasa, kenampakan geologis ini terlihat seperti kepala dari seorang suku asli Amerika (Indian) yang sedang memakai earphone.

Sebenarnya, ada 18 foto Cydonia Mensae yang diambil oleh pesawat pengorbit Viking 1 dan Viking 2 pada tahun 1976. Tapi, hanya 7 foto yang memiliki resolusi yang lebih baik dari 250 m per pixel (820 kaki/pixel). Sejak bulan September 2006, foto-foto terbaru dari daerah Cydonia, telah dipublikasikan oleh ESA (European Space Agency/Agensi Luar Angkasa Eropa) dan tim HiRISE.

Nili Fossae 

Bebatuan kuno Nili Fossae adalah sebuah celah mirip parit di permukaan planet Mars. Temuan sebuah tim peneliti mengungkap kalau parit di bagian gelap Mars tersebut adalah sebuah ”kembaran” sebuah kawasan di Australia tempat sejumlah bukti awal kehidupan di Bumi tertanam dan tersimpan dalam kandungan mineral. Tim peneliti tersebur menyakini proses “hydrothermal” yang mengawetkan tanda kehidupan di bumi kemungkinan berasal dari Nili Fossae Mars.

Hasil penelitian mereka menunjukkan ada kesamaan antara formasi batuan karbonat di Nili Fosae dengan jejak kehidupan dan biologis awal di Bumi, khususnya di wilayah Australia Barat. Kondisi Nili Fossae mirip daerah East Pilbara di Australia Barat yang menyimpan bukti keberadaan kehidupan di masa awal Bumi.

Konspirasi NASA

Penyelidikan yang dilakukan para peneliti muda yang tergabung dalam Jet Propulsion Laboratory (JPL) menunjukkan beberapa indikasi bahwa NASA dengan sengaja mengubah warna dan citra image yang dipublikasikannya. Dan ada beberapa fakta tentang planet Mars yang disebunyikan oleh NASA (bahwa sebenarnya planet Mars memang layak untuk dihuni mahluk hidup).

Kanan= Foto Publikasi Nasa "Yang Sudah Dirubah"
Kiri= Foto Yang "Sebenarnya"


Tanaman Raksasa



Hutan Dan Danau


Sumber Air Yang Melimpah


Aliran air




Benda Aneh Di Langit Mars.


Bekas-bekas Peradaban atau peradaban yang masih hidup





Tengkorak Mahluk Hidup





Belum diketahui apa tujuan NASA menyembunyikan fakta-fakta tersebut...

Terraforming Mars, Gagasan mengubah Planet Mars Menjadi Bumi:
Terraform (berarti “membentuk Bumi”) adalah proses bersifat hipotesis yang mengubah atmosfir, temperatur, topografi permukaan atau ekologi menjadi mirip dengan Bumi sehingga dapat dihuni oleh manusia. Dengan melakukan terraform pada suatu planet yang dituju, maka akan merubah kondisi planet tersebut sehingga dapat menopang kehidupan manusia. Mars, planet tetangga kita ialah salah satu kandidat terbaik untuk melakukan ini semua.


Konsepsi artis mengenai proses terraform Mars dalam 4 tahap pembangunan.

Mars adalah planet di tata surya kita yang cukup bersahabat bagi kehidupan. Hasil penelitian yang dilakukan menemukan bukti bahwa pada masa mudanya Mars bersuhu hangat dan memiliki air yang melimpah. Kemungkinan CO2 yang digunakan untuk menghangatkan planet tersebut di masa silam masih tersimpan di sana. Begitu pula dengan air, mungkin masih tersimpan di tanah beku maupun tudung kutubnya.

Atmosfer Mars dapat diciptakan dengan melepas CO2 yang membeku di tanah dan tudung es kutub. Hal tersebut dapat dilakukan dengan memuntahkan gas rumah kaca yang kuat. Mungkin bagunan-bangunan khusus akan dibangun untuk memuntahkan gas rumah kaca tersebut. Sementara cermin-cermin raksasa yang disebar di sana akan memfokuskan sinar matahari ke es agar air mencair.

Ketika CO2 terlepas, kehangatan Mars akan meningkat dan mendorong tekanan ke atmosfer sehingga air pun mengalir. Kemudian dengan menebarkan benih-benih tumbuhan perintis seperti alga dan lumut kerak, serta menebar mikroba dapat menciptakan tanah organik dan menambah sedikit oksigen ke atmosfer. Dengan demikian rencana penghijauan dengan menanam bibit untuk menciptakan hutan beriklim maupun hutan boreal dapat segera dilakukan.

Ketika tumbuh-tumbuhan mulai menghiasi Mars, kebutuhan energi untuk pemukiman segera dibangun. Tenaga nuklir mungkin sebagai pilihannya. Karena sedikitnya oksigen, penduduk Mars mungkin akan tetap beraktifitas dengan alat bantu pernafasan nantinya.


Mungkin seperti inilah gambaran manusia Mars di masa depan.

Namun itu semua bukanlah pekerjaan instan, perlu waktu beratus-ratus tahun untuk menyulap kondisi Mars menjadi seperti Bumi dan tentu saja, biaya yang besar. Walaupun terraforming ini masih sekedar gagasan yang bersifat hipotesis, nampaknya cukup ditunggu untuk benar-benar direalisasikan ya!


Apakah ada kehidupan di Mars? Apakah kita bisa menempatinya saat Bumi telah hancur? biar waktu yang menjawabnya...

0 komentar:

Posting Komentar