Atlantis - Menguak Fakta Kebradaan Benua Atlantis yang Hilang

Atlantis - Menguak Fakta Keberadaan Benua Atlantis Yang Hilang. Nama Atlantis sampai sekarang ini selalu menjadi Misteri sampai dengan kontroversi keberadaannya. Ada yang mengklaim bahwa Atlantis itu adalah sebuah benua dengan peradaban yang hebat pada masanya, ada juga yang bilang bahwa Atlantis itu adalah Indonesia.


Penjelasan Keberadaan Benua Atlantis Yang Hilang

Cerita mengenai keberadaan Atlantis ditemui dari cerita Plato dalam bukunya yang berjudul Tiameus dan Critias. Dalam buku itu Plato menceritakan ada sebuah peradaban yang hilang pada 9500 tahun sebelum masa hidup plato yang berarti 12000 lalu dari sekarang. Dan benua itu lenyap akibat gempa dan banjir dalam waktu sehari.

Adakah benar benua hilang dalam 1 hari? Percaya tidak percaya, Benua Atlantis itu adalah tidak ada alias fiktif. Mengapa demikian?

Keberadaan "Benua" Atlantis

Hingga awal abad 20 memang atlantis dipercaya pernah eksis di dunia ini, tetapi hingga munculnya teori lengseran benua atau pergeseran benua yang muncul pada tahun 1915 yang dicetuskan oleh Alfred Wegener yang menyatakan bahwa seluruh benua bergeser 5-10cm pertahun dan teori ini didukung oleh para ahli seismologi pada tahun 1960 dan hingga saat ini menjadi ilmu pengetahuan yang diyakini kebenarannya.

Dalam teori ini terbukti kalau amerika dan eropa terpisah secara perlahan selama 100juta tahun. Dari sini dapat ditarik kesimpulan bahwa tidak ada ruang untuk benua atlantis yang di percaya berada di samudra atlantis.

Yang kedua adalah tidak adanya artifak, catatan sejarah, bekas bekas daratan dan lokasi pastinya, semuanya hanya ada pada gambaran plato saja. Dari beribu ribu diary pelaut, catatan pelayaran, hasil pencitraan sonar, hasil penelitian geologi, biologi, oseanografi, linguistik, arkeologi, penyelaman laut dalam, kapal selam tanpa awak dan gambaran satelit TIDAK ADA BUKTI PASTI keberadaan Atlantis yang di gembar gemborkan sebagai benua yang hilang. Sains tidak dapat menerima sesuatu tanpa bukti ilmiah yang kuat.

Di dukung juga oleh teori lempeng tektonik yang berhasil memetakan seluruh lempeng tektonik di planet ini dan tidak ada massa benua yang tersembunyi antara amerika dan eropa.

Sistem pencitraan satelit telah memetakan semua lantai samudera. Sistem scanner multipita ini telah memindah habis samudra atlantik dan hasilnya nihil. Dikedalaman 1500m hingga 2500m yaitu dasar samudera atlantik tidak ada bukti geseran massa dan bentuk kerak bumi dalam 15 ribu tahun terakhir.

Jadi tidak mungkin ada sebuah massa raksasa yang tenggelam lebih dari 1500 m tanpa meninggalkan jejak sama sekali. Disinilah dengan bukti yang ada maka dapat dikatakan keberadaan "benua" atlantis yang banyak dipercaya orang itu tidak ada.

Atlantis Sebagai Pulau

Sebuah sudut pandang baru dan penelitian yang cermat setidaknya memberi petunjuk petunjuk baru keberadaan atlantis yang dimaksud oleh Solon.

Mari kita lihat luas dari atlantis yang dikatakan oleh plato, disana dijelaskan bahwa "terbentang dalam satu arah tiga ribu stadia (panjang = 600km), tetapi ditengah sekitar dua ribu stadia (lebar = 400km) dari ukuran inipun sebenarnya telah jelas bahwa Atlantis adalah sebuah pulau, bukan benua. Luas atlantis hanyalah 1/32 benua australia, benua terkecil di dunia.

Jadi tentu saja ini tidak menjelaskan perkataan plato yang berdasar catatan solon yang mengungkapkan bahwa luas atlantis adalah seluas gabungan libya dan asia kecil. Disinilah salah satu inkonsistensi deskripsi plato. Lalu kemungkinan kebenaran catatan solon yang "Atlantis lebih besar dari libya dan asia kecil" sebenarnya adalah "Atlantis berada diantara libya dan asia kecil" dimana dalam penulisan yunani 2 kata ini hanya berbeda 1 huruf.

Dan untuk penjelasan bahwa atlantis tenggelam antara 8000 - 9000 tahun sebelum plato tentu saja di luar penelitian yang sudah ada dimana beberapa cara beternak dan bercocok tanam dalam peradaban manusia baru ditemukan pada 6000 - 7000 tahun yang lalu.

Jadi yang paling masuk akal adalah Atlantis tenggelam 800 - 900 tahun sebelum Solon mengunjungi mesir, yaitu pada 1500SM

John V. Luce dalam bukunya Lost Atlantis: New light on an old legend berpendapat bahwa cerita plato mengenai atlantis sebenarnya cerita yang berdasar pada sudut pandang orang mesir. Ini berdasarkan fakta bahwa penyair athena, Solon pada abad ke-6SM saat berkunjung ke mesir bertemu dengan pendeta dari Sais yang menerjemahkan sejarah kuno tentang athena dengan daratan yang ditengarai sebagai atlantis.

Dicatat pada Papiri di heroglif mesir. Atlantis sendiri sebenarnya merujuk pada Egyptian Keiftu atau yang biasa disebut peradaban besar Minoan Crete, Keiftu sendiri tercatat pada teks teks mesir kuno sejak 3000SM hingga 1500SM.

Keiftu dalam bahasa mesir berarti "Pilar" dan nama ini sama dengan bahasa akkadia Kap-Ta-Ra yang berarti daratan diatas laut yang juga sama dengan yang disebut Caphtor dalam ibrani. Dalam teks mesir diterangkan bahwa keiftu adalah "isle of the great green" atau pulau ditengah hamparan hijau yang besar. Dan great green itu sendiri adalah sebutan untuk laut mediterania atau laut tengah dan pulau yang pernah ada dilaut tengah itu adalah Crete.

Ini terlihat sepertinya keiftu adalah sebuah tempat yang disebut pilar di ujung dunia yang menopang langit yang berada di minoan crete dan plato menyamakannya sebagai atlantis, diilhami dari Atlas, seorang dewa mitologi yunani yang menopang langit.

Penjelasan Keberadaan Benua Atlantis Yang Hilang - blog misteri cerita tentang dunia

Lantas apakah benar ada bencana yang menenggelamkan Atlantis pada waktu itu?

Sekitar abad 17 - 16 SM ada sebuah aktifitas vulkanik yang sangat besar, dari hasil tes karbon 14 yang terakhir dilaksanakan menunjukkan umur 1620SM, erupsi ini mengakibatkan setengah dari pulau thera setengah bagiannya amblas kedalam laut dan juga menyebabkan adanya gempa yang memicu tsunami yang dahsyat hingga menyebabkan pulau crete hancur dan tenggelam dalam peristiwa itu.

Untuk bukti-buktinya silahkan lihat dibawah ini :

Kesamaan antara Crete dengan Atlantis
a. Atlantis berada dijalur menuju pulau pulau, ini sama dengan crete yang menjadi jalur antara cyclades dan yunani.
b. Pusat pemerintahan atlantis berada di sebuah bukit dengan jarak 50 stadia dari pinggir pantai. Ini sesuai dengan deskripsi knossos yang merupakan pusat pemerintahan crete.
c. deskripsi dari daratan atlantis cocok sekali dengan pantai bagian selatan crete.
d. Konstruksi konstruksi bangunan atlantis banyak kesamaan dengan knossos.

Ya kira-kira seperti itulah penelusuran yang bisa kita dapat, bisa diambil kesimpulan bahwa Atlantis itu lebih dekat dengan sebuah pulau berdasar dari bukti-bukti yang ada.

Bagaimana menurut pandangan anda? Silahkan berikan tanggapan anda mengenai menguak fakta keberadaan benua Atlantis yang hilang diatas.
Gagasan bahwa peradaban masa lalu lebih hebat seperti yang dibayangkan oleh para awam mengenai masalah piramida ternyata juga memiliki akar sejarah yang dalam. Plato, seorang penulis dan filsuf yunani mengetengahkan Atlantis. Sebuah peradaban canggih dengan teknologi maju, bangunan berhias emas dan perak, yang ada 9500 tahun sebelum ia hidup. Ini artinya 12 ribu tahun yang lalu! Atlantis diceritakan sebagai sebuah negeri yang lenyap akibat terjangan ombak tanpa henti. Peradaban yang maju dalam peradaban baik budaya, teknologi, pertanian, peternakan dan pencapaian yang tak tertandingi itu lenyap dalam waktu sehari saja. Wew, hari yang luar biasa pastinya.
Dan lucunya, di buku itu sendiri Plato sudah menyebutkan kalau Atlantis itu hanya dongeng. Ceka aja sendiri di sini : Timaeus.
Atlantis itu dipercaya sebagai fakta hingga tahun 1700an loh. Tapi seiring berkembangnya zaman, kita sekarang sudah menganggap kalau adanya benua Atlantis hanyalah mitos. Ayolah, sebuah benua raksasa, tenggelam dalam satu hari, dan kita tidak menemukan buktinya sampai sekarang!
Anda tahu, Atlantis sudah jadi mitos semenjak teori lengseran benua diterima luas tahun 1960an. Dalam teori ini, terbukti kalau Amerika dan Eropa terpisah secara perlahan selama 100 juta tahun, gak ada ruang baru untuk benua seperti Atlantis. Atlantis Cuma mitos.
Hey, tapi yang namanya teori ilmiah sifatnya sementara saja. Bisa saja kan ada fenomena alam entah bagaimana, yang belum diketahui sains modern. Uhmm, oke. Sekarang kita menuntut bukti. Apakah ada bukti yang memberi petunjuk kalau benua Atlantis itu ada?
Begini boss, mitos Atlantis itu bukan hanya monopoli Plato. Orang Portugis punya kisah Atlantida, orang Venezuela punya kisah Atlan, dan orang Berber (Maroko) punya kisah Atlala. Apakah ini hanya kebetulan semata?
Tentu saja, tampaknya kebetulan. Cerita Atlantis dari masa Plato bisa menjalar ke timur. Karena Plato sendiri mengatakan kalau Atlantis ada di samudera Atlantik, maka masyarakat yang paling tertarik kemungkinan besar adalah masyarakat yang tinggal di pinggiran Atlantik, yaitu Portugis, Maroko dan Venezuela. Well, Venezuela bukan di pinggiran Atlantik sih, tapi Karibia, namun gak jauh amat. Akan lebih keren kalau mitos ini adanya dalam suku pedalaman Asia Tengah seperti Mongolia atau Kazakstan.
Gini saja deh. Ada empat bukti ilmiah kalau Atlantis tidak ada:
  1. Ya karena tidak ada bukti kalau Atlantis itu ada. Gak ada artifak, gak ada catatan sejarah selain Plato, tidak ada daratannya, tidak ada lokasinya. Teknologi kita sudah sangat maju bro. Kita punya setumpuk diary pelaut, catatan pelayaran, hasil pencitraan sonar, hasil penelitian geologi, biologi, oseanografi, linguistik, arkeologi. Belum lagi penyelaman laut dalam, kapal selam tanpa awak yang menjelajah atlantik. Apa lagi, satelit, komputer, apa lagi? Sains tidak dapat menerima sesuatu yang tanpa bukti
  2. Teori lempeng tektonik. Seperti sudah saya jelaskan, kita sudah berhasil memetakan seluruh lempeng tektonik di planet ini dan tidak satupun ada massa benua yang tersembunyi antara Amerika Utara dan Eropa
  3. Sistem pencitraan satelit yang memetakan lantai samudera. Sistem scanner multipita ini sudah memindai habis Samudera Atlantik tengah yang diduga menyimpan reruntuhan Atlantis dalam kedalaman 1500 hingga 2500 meter. Itu sudah sampai ke dasar bro. Tidak ada bukti adanya geseran massa dalam bentuk kerak bumi selama 15 ribu tahun terakhir. Gak mungkin secara geologis kalau ada massa raksasa yang tenggelam lebih dari 1500 meter tanpa meninggalkan jejak sama sekali.
  4. Antropologi modern telah berhasil mengembangkan teori total mengenai perkembangan peradaban manusia. Gak ada dalam sejarah umat manusia sejauh yang sudah dipahami sekarang, menunjukkan adanya peradaban canggih berusia 12 ribu tahun lalu. Kota-kota yang cukup modern paling tua berusia 6000 tahun dan peternakan baru berusia 7000 tahun. Gak nyampe 12 ribu tahun bro.
Sebenarnya gak semudah itu, kata teman gue. Ini gue ajukan buktinya dari sisi kami, orang yang percaya kalau Atlantis ada.
  1. Ada pertambangan logam di Afrika yang berasal dari 43 ribu tahun lalu. Tambang logam ini ditemukan tahun 1980an, padahal menurut teori antropologi mu itu, ia belum ditemukan.
  2. Ada lukisan CroMagnon di gua yang menunjukkan ia berasal 22 ribu hingga 25 ribu tahun lalu di San Michele d’Arudy dan Lamarche (Perancis). Dalam gambar itu tampak ada kuda dengan pelana. Tapi teori antropologimu bilang kalau peternakan kuda baru muncul 3000 SM.
  3. Reruntuhan batu raksasa di Gozo, pulau Malta, Laut Tengah. Usianya 10 ribu tahun dan menunjukkan kemajuan rekayasa batu, well, tentu saja batu, hehe.
  4. Kota kuno Niniveh. Dulu para ilmuan bilang kota ini Cuma mitos. Hanya mitos bro. Tapi ternyata kota itu ada. Bisa jadi Atlantis juga loh.
  5. Cerita Aztek dan Mesir Kuno tentang peradaban maju yang tenggelam. Itu ceritanya sudah ada 3 ribu tahun sebelum diomongin ama Plato. Dan Aztek dengan Mesir itu jauuuh bro, jauuuh banget. Satu di Afrika satu di Amerika. Dan jangan bilang kalau ada tukang sampan yang menyeberang samudera Atlantik untuk bercerita tentang mitos Atlantis ya.
  6. Masih ada lagi nih: Atlala (Berber), Avalon (Wales), Atlaintika (Basque), Atlantida (Portugis), Atli (Viking), Arallin (Babilonia), Atda (Arab), Azatan (Aztek), Atlan (Venezuela), ummm, cerita Nyi Roro Kidul boleh masuk gak? Cuma ceritanya Teutonik tentang negeri Valhalla yang tidak mirip dengan cerita Atlantis itu.
  7. Papirus kuno yang dipamerkan di museum Hermitage di St Petersburg, Russia, mengatakan kalau fir’aun saat itu pernah berlayar (3000 SM) mencari tanah leluhurnya. Papirus itu mengatakan kalau para leluhur ini datang ke Mesir 3500 tahun lalu (6500 SM) dengan kapal.
  8. Kota-kota kuno yang dulunya Cuma mitos sekarang sudah terbukti ada. Kota Troy yang diceritakan dalam syair Homerus sudah terbukti ada. Kota Niniveh berhasil di temukan lewat satelit di tengah kota Ubar di gurun Irak. Apa lagi? Kota Angkor Wat yang terbenam di tengah rimba belantara, ditemukan lewat pencitraan pesawat ulang alik Atlantis. Well, namanya aja udah mirip. Nama pesawatnya itu loh. Bisa jadi ntar Atlantis yang ditemukan.
  9. Tahun 1984, DR. Maria Klenova dari LIPI nya Uni Soviet melaporkan kalau ia menemukan adanya batuan dari dasar Atlantik dalam kedalaman 1800 meter. Batuan ini tampak terbentuk dalam tekanan udara normal, seolah ia berada di udara terbuka, bukannya di dalam laut, pada sekitar 15 ribu tahun lalu.
  10. DR. Pierre Termier, oseanografer Perancis, mempelajari lantai samudera 800 km lepas pantai tenggara kepulauan Azores. Ia menemukan kalau tipe lava yang disebut tachylite ada di dasar samudera Atlantik. Batuan ini hanya terbentuk kalau ia ada di udara terbuka dan akan segera larut di dalam air laut selama 15 ribu hingga 20 ribu tahun. Karena ia belum larut semuanya, berarti kan sekitar itulah, Atlantis berupa daratan kering.
  11. Survey Geologi Amerika Serikat tahun 1980. Mereka mengebor dasar samudera dan menemukan lapisan debu letusan gunung berapi yang meletus 12 ribu hingga 20 ribu tahun lalu. Sesuai dengan deskripsi bentuk dan ukuran Atlantis.
  12. Tanggal 1 Maret 1882, kapal S.S. Jesmond, berlayar dari Sisilia ke New Orleans. Saat itu mereka menemukan banyak sekali ikan yang mati di tengah samudera Atlantik. Daerah ikan mati ini merupakan daerah air berlumpur. Oh, air berlumpur di tengah Samudera? Yang bener aja. Terus di langit ada asap. Besoknya lagi mereka menemukan kalau asap itu berasal dari sebuah pulau yang tidak ada dalam peta dan jarak ke daratan terdekat adalah 1600 km ke segala arah. Mereka mendarat di pulau itu, dan menemukan tanahnya gersang dan tersusun dari batuan lava. Selama dua hari penyelidikan, mereka menemukan mata panah, pedang perunggu (orang modern pake pedang?) dan bekas reruntuhan benteng. Empat kapal lainnya juga melaporkan hal yang sama pada minggu itu juga. Terus? Terus pulau itu lenyap. Hilang. Saat dicari udah gak ada lagi.
Hayooo. Ada 12 bukti berbeda. Kalah loe!
Tunggu dulu bro. Begini. Kedua belas bukti di atas bukan bukti langsung. Bukan penemuan kalau memang ada namanya Atlantis. Yang ada adalah sesuatu yang seolah-olah menunjukkan Atlantis itu ada. Tiap point bisa ditemukan penjelasan alternatifnya koq. Intinya gue menuntut bukti fisik.
Richard Ellis (1999) misalnya, beliau bilang kalau cerita Atlantis itu muncul gara-gara letusan gunung di Pulau Thera (atau Santorini) sekitar 1500 SM. Letusannya sangat besar sehingga bisa di lihat dari Amerika. Wajar aja orang Aztek bikin cerita yang aneh-aneh, lha sumber letusannya di seberang lautan dan mereka belum pernah nyebrang ke sana.
Gini aja, DeCamp (1970) pernah bilang seperti ini di halaman 250 bukunya: “Mitos dan legenda seringkali berdasarkan fakta. Namun bagian fakta dari mitos itu sangat kecil dan begitu kabur sehingga mustahil bisa diambil makna ilmiahnya. Seperti kata sejarawan Grote: Cerita seperti ini harus dipelajari namun argumen kritis akan membedakan fakta dengan mitos, dimana tidak ada bukti yang bisa diterima”
Halah, gue ngambil jalan tengah ya? Tapi, coba deh dengan cerita dari Plato ini: “Atlantis tenggelam oleh gempa bumi dan menjadi bagian laut yang berlumpur, yang tidak dapat dilewati kapal apapun.” Orang Mesir, mengatakan kalau Atlantis adalah sebuah pulau yang bergunung-gunung di bagian utara dan sepanjang pantai, dan memiliki bentuk datar di utara “sepanjang 3000 stadia (555 km), namun bagian tengahnya 2000 stadia (370 km). Lima stadia (9 km) dari pantai adalah sebuah gunung yang rendah di semua sisinya.
Now, itu gak terlihat seperti sebuah benua sama sekali. Tapi hanya sebuah pulau. Sebuah pulau biasa. Gak keren. Bisa jadi kan kalau memang Santorini. Coba dengan cerita Plato lagi dalam Critias:
“Poseidon memahat gunung dimana kekasihnya tinggal dalam istana dan menutupnya dengan tiga parit yang lebarnya tiga stadia dan dipisahkan oleh pulau berbentuk cincin dengan ukuran yang sesuai. Penduduk Atlantis kemudian membangun jembatan ke utara gunung, dan mengelilingi pulau. Mereka menggali saluran ke laut, dan sepanjang jembatan, mereka menggali terowongan kedalam cincin batuan sehingga kapal dapat menerobos ke dalam kota di sekitar gunung. Mereka juga memahat bebatuan di dinding parit untuk menjadi dermaga. Setiap jalan masuk ke kota dipagari dan dipasang menara, dan juga tembok besar. Tembok ini dibangun dari batu berwarna merah, putih dan hitam dari dasar parit dan ditutupi dengan perunggu, timah dan logam mulia bernama orichalcum.”
Haa. Ayolah bro. Cerita ini ada nuansa Spongebob Squarepants. Poseidon itukan versi yunaninya Neptunus. Itu loh, tuhannya Spongebob (yang cewek ataupun yang cowok). Atau seperti komik spiderman.
Pencipta Atlantis, Raja Neptunus yang Agung
Spiderman memang khayalan, tapi New York City tempat spiderman itu bergelantungan kan nyata. Begitu juga cerita di atas.
Umm, gimana kalau komik Batman. Gotham city itu khayalan loh.
Artinya gini, kamu gak bisa menarik fakta sejarah dari cerita di atas. Memang ada yang masuk akal seperti bangunan itu, dan ada yang tidak masuk akal seperti Poseidon. Tapi sesuatu yang masuk akal belum tentu ada. Fakta bro, faktanya mana?
Plato itu punya murid, namanya Xenocrates. Nah, Xenocrates ini punya murid lagi, namanya Crantor. Crantor itu adalah salah satu filsuf yang mempropagandakan kalau kisah ini adalah fakta. Dan Proclus, sejarawan Kristen abad ke-5 Masehi membesarkannya lagi. Orang Yahudi juga mencatat hal ini tahun 1378 M. Begitu juga Arab. Biasalah dari Yunani menyebar kemana-mana.
Professor filsafat dari Universitas Arizona, Julia Annas, mengatakan begini:
Usaha menemukan Atlantis itu menunjukkan bahayanya membaca karya Plato. Jelas Plato menggunakan apa yang merupakan standar cerita fiksi – menekankan sebuah peristiwa sebagai fakta sejarah (sambil menyerahkan buktinya pada otoritas yang tidak diketahui). Itu ciri-ciri fiksi. Gagasan sesungguhnya, yaitu kalau kita mesti memeriksa gagasan kita mengenai politik dan pemerintahan, sepenuhnya terlewatkan. Yang kita perhatikan justru menjelajah dasar laut mencari Atlantis.
Dengan ketidak jelasan yang ada, setiap orang bisa mengklaim kalau Plato benar, bila ia menemukan sebuah kota di dasar laut. Mau Pulau Spartel di Gibraltar keq atau Kepulauan Indonesia sendiri keq. Semau cocologi bikin. Dan manusia memang pintar bikin cocologi.
Sekarang mau cari apa lagi dari ceritanya Plato? Banyak koq. Mau nyari kuburan Cecrops? Raja pertama Athena yang berekor ular? Menemukan kerangka raksasa Poseidon? Oh, please
Referensi
  1. 1. Annas, J. 2003. Plato: A Very Short Introduction
  2. 2. Blailer, E. F., Blailer, R. 1990. Science-Fiction, the Early Years. Kent State University Press
  3. 3. Carrol, R.T. 2003. The Skeptic’s Dictionary: A Collection of Strange Beliefs, Amusing Deceptions, and Dangerous Delusions. Wiley
  4. 4. De Camp, L.S. 1970. Lost Continents: The Atlantis Theme in History, Science and Literature. Courier Dover Publications
  5. 5. Ellis, R. 1999. Imagining Atlantis. Vintage Books
  6. 6. Haven, K. F. 2005. Wonders of the Sea: Merging Ocean Myth and Ocean Science. Libraries Unlimited
  7. 7. Joseph, F. 2005. The Atlantis Encyclopedia. New Page Books
  8. 8. Kuhne, R.W. 2004. A Location for “Atlantis”? Antiquity, Vol. 78, No. 300, June 2004
  9. 9. Plato, 360 SM. Critias,
  10. 10. Plato, 360 SM. Timaeus,
  11. 11. Selin, H. 2000, Astronomy Across Cultures: The History of Non-Western Astronomy, Kluwer Academic Publishers.
  12. 12. Tomas, A. 1973. Atlantis: From Legend to Discovery. Sphere.

2 komentar:

{ Unknown } at: 11 Maret 2014 pukul 01.56 mengatakan...

ga ada yang ga mungkin,, sains dan ilmu pengetahuan lain masih berkembang. apa yang dilakuin sama peneliti dan ahli itu menarik. dan bisa jadi beberapa tahun kedepan ada penemuan baru dengan fakta yang mencengangkan.. jangan gunakan kritik destruktif..

{ Unknown } at: 28 Mei 2015 pukul 03.28 mengatakan...

genggaminternet.com
Penjelasan Sejarah Benua Atlantis
Sejarah Gunung Merapi Yang Angker

Posting Komentar